Penangkal petir internal atau surge arrester adalah sebuah instalasi penangkal petir atau anti petir yang berfungsi untuk mengantisipasi induksi listrik yang disebabkan oleh sambaran petir. Induksi arus petir dapat mempengaruhi bahkan merusak jaringan listrik, jaringan PABX, jaringan elektronik dan jaringan LAN atau internet. Dalam sebuah instalasi yang menggunakan kabel baik didalam atau diluar bangunan tidak menutup kemungkinan menjadi jalan masuk untuk dilalui induksi arus petir.
Alat ini berfungsi untuk memperbaiki dan meminimalisir
gangguan listrik yang terjadi, sehingga listrik yang akan disupply ke
beban misalnya ke komputer kualitasnya menjadi lebih stabil dan handal
dibandingkan jika langsung dari sumber listrik PLN, selain itu UPS juga
memberikan listrik cadangan jika sumber listrik utama mati.
Cara lain untuk mengantisipasi gangguan listrik yaitu
dengan pemasangan
surge arrester sebagai internal
protection system proteksi
petir. Adapun gangguan listrik yang sering terjadi diantaranya
:
1. Power Failure / Outages
Power Failure atau Outages sumber listrik utama mati, kalau di Indonesia boleh
dikatakan mati lampu atau PLN mati. Penyebabnya mungkin karena konsleting
atau hubungan listrik singkat, sumber listrik kelebihan beban, peralatan
listrik ada yang rusak sehingga breaker atau MCB PLN turun. Atau bisa juga
disebabkan oleh adanya bencana alam. Hal ini dapat menyebabkan kerusakan
pada hardware komputer atau peralatan elektroniknya, kehilangan data,
system komputer menjadi crash.
2. Power SAG
Adalah tegangan listrik turun dalam waktu sesaat sampai dengan dibawah 80-85%
dari tegangan normal, jika di Indonesia tegangan normalnya 220 Volt.
Penyebabnya adanya startup beban yang cukup besar, biasanya disebabkan
peralatan elektronik. Kita pasti pernah mengalami pada saat kita
menyalakan televisi atau monitor komputer terkadang bohlam lampu di rumah
kita redup sesaat kemudian normal kembali, itulah yang dinamakan SAG alias
tegangan turun sesaat. Atau bisa juga disebabkan oleh adanya peralatan
elektronik kita yang rusak, kapasitas listrik di rumah kita yang lebih kecil
dibandingkan dengan kebutuhan. Gangguan listrik seperti ini dapat
menyebabkan kerusakan pada system komputer yang berkemungkinan terjadi
crash.
3. Power Surge / Spike
Adalah tegangan listrik naik dalam waktu sesaat sampai dengan diatas 110 % dari
tegangan normal. Jika di Indonesia tegangan normalnya 220 Volt. Sedangkan
Spike merupakan kejadian dimana tegangan listrik naik begitu cepat dalam
sesaat sehingga dapat mencapai 5 KV-60KV. Penyebabnya biasanya pada saat
kita mematikan beban yang berat atau bisa juga jaringan listrik
terkena induksi petir.
Gangguan ini dapat menyebabkan kerusakan pada hardware.
4. Under Voltage
Dikenal juga dengan istilah Brown Out, terjadi saat tegangan listrik turun atau
berkurang dalam waktu beberapa lama bisa hitungan menit, sampai hitungan
hari. Penyebabnya beban listrik yang berlebihan sehingga pasokan listrik
berkurang atau adanya beban pada saat beban puncak misalnya malam hari.
Hal ini dapat menyebabkan perlalatan listrik atau elektronik menjadi
rusak.
5. Over Voltage
Hal ini kebalikan dari under voltage, kejadian ini dapat menyebabkan peralatan
listrik atau elektronik menjadi panas dan cepat rusak.
6. Electrical
Line Noise / Common Mode
Disturbances
Gelombang listrik terganggu sehingga bentuk gelombangnya tidak bersih tetapi
seperti berambut. Hal ini terjadi karena gangguan frekuensi radio, sambaran petir,
netral grounding pada
instalasi listrik jelek, atau bisa disebabkan oleh peralatan listrik atau
elektronik yang menghasilkan frekuensi tinggi. Hal ini dapat menyebabkan
error pada hard disk dan kerusakan pada hard ware komputer.
7. Frequency
Variation
Listrik mempunyai dua istilah yaitu tegangan atau voltase dan frekuensi. Jadi
frekuensi variation ini adalah frekuensi listrik yang selalu berubah-ubah.
Umumnya di Indonesia frekuensi listriknya 50 Hz. Hal ini dapat menyebabkan
hilang data, sistem menjadi crash dan rusaknya peralatan.
8. Switching
Transient
Turunnya tegangan secara tiba-tiba dalam waktu kisaran beberapa nano second
atau nano detik. Waktu yang terjadi lebih pendek daripada sebuah spike dan
hanya terjadi beberapa nano second. Gangguan ini menyebabkan kerusakan
yang terlalu cepat atau premature failure.
9. Harmonic
Distortion
Gelombang listrik yang terdistorsi sehingga gelombang listriknya kacau tidak
sinusoidal lagi. Hal ini dapat disebabkan karena switching power supply,
motor listrik seperti pompa air, mesin fax, mesin foto copy dan lain-lain.
Gangguan ini menyebabkan komunikasi data misalnya pada jaringan LAN
menjadi error, peralatan listrik atau elektronik cepat panas dan kerusakan
pada hard ware komputer.












